Kamus · Bab 2
Spreadsheet
Istilah dasar elemen spreadsheet, formula logika dan lookup, aggregation bersyarat, serta fitur Pivot Table dan pembersihan data.
Tidy Data
Prinsip penyusunan data dalam struktur rapi dan konsisten, di mana setiap kolom merepresentasikan satu variabel, setiap baris merepresentasikan satu observasi, dan setiap sel hanya berisi satu nilai.
Data yang tidak mengikuti prinsip ini akan sulit difilter, diurutkan, atau dihitung menggunakan formula maupun Pivot Table.
Memisahkan data "Andi - Jakarta - Sepatu" yang tergabung dalam satu sel menjadi tiga kolom terpisah: Nama, Kota, dan Produk.
Cell (Sel)
Satu unit terkecil dalam spreadsheet, merupakan pertemuan antara satu kolom dan satu baris, memiliki alamat unik seperti A1 atau D5.
Alamat sel menjadi acuan bagi hampir seluruh formula, sehingga nilai yang dirujuk bisa otomatis berubah jika isi sel tersebut diperbarui.
Sel B2 berisi angka 500.000, dan formula pada sel lain yang merujuk =B2 akan menampilkan angka yang sama.
Range
Sekumpulan sel yang berdekatan, ditulis dengan alamat sel awal dan sel akhir yang dipisahkan tanda titik dua.
Digunakan setiap kali formula perlu memproses banyak sel sekaligus, bukan hanya satu sel tunggal.
Range A1:A10 merujuk pada sepuluh sel berurutan secara vertikal dari baris pertama hingga kesepuluh di kolom A.
Fill Handle
Kotak kecil pada sudut kanan bawah sebuah sel yang aktif, digunakan untuk menyalin nilai atau formula ke sel-sel di sekitarnya dengan cara diseret.
Alamat sel dalam formula yang disalin akan otomatis menyesuaikan mengikuti posisi sel barunya, kecuali dikunci menggunakan referensi absolut.
Menyeret fill handle dari sel C2 berisi =A2*B2 ke bawah hingga C10 akan menghasilkan =A3*B3, =A4*B4, dan seterusnya secara otomatis.
Referensi Absolut
Cara penulisan alamat sel dalam formula menggunakan tanda dolar ($) agar alamat tersebut tidak berubah saat formula disalin ke sel lain.
Ditulis dengan tanda dolar sebelum huruf kolom dan/atau angka baris, misalnya $A$1.
Formula =A2*$B$1 yang disalin ke bawah akan tetap merujuk pada sel B1 di setiap barisnya, sementara referensi A2 tetap menyesuaikan.
IF (Fungsi)
Fungsi logika yang menampilkan salah satu dari dua kemungkinan hasil, tergantung apakah suatu kondisi terpenuhi atau tidak.
=IF(kondisi, nilai_jika_benar, nilai_jika_salah)
=IF(B2>500000, "Besar", "Reguler") menampilkan "Besar" jika nilai pada sel B2 lebih dari 500.000, dan "Reguler" jika sebaliknya.
Nested IF
Penempatan satu fungsi IF di dalam fungsi IF lainnya, digunakan untuk menangani lebih dari dua kemungkinan hasil sekaligus.
=IF(kondisi1, hasil1, IF(kondisi2, hasil2, hasil3))
=IF(B2<100000,"Kecil",IF(B2<=500000,"Sedang","Besar")) mengelompokkan nilai transaksi ke dalam tiga kategori sekaligus.
VLOOKUP
Fungsi pencarian yang mengambil nilai dari kolom tertentu pada sebuah tabel referensi, berdasarkan kecocokan nilai kunci yang dicari pada kolom pertama tabel tersebut.
=VLOOKUP(nilai_dicari, tabel_referensi, nomor_kolom_hasil, FALSE)
=VLOOKUP(A2, Produk!A:C, 2, FALSE) mencari nilai A2 di kolom pertama range Produk!A:C, lalu mengambil nilai kolom kedua pada baris yang cocok.
XLOOKUP
Fungsi pencarian yang lebih fleksibel dari VLOOKUP, memungkinkan pencarian dan pengambilan nilai dari kolom mana pun tanpa terikat posisi kolom pertama.
=XLOOKUP(nilai_dicari, range_pencarian, range_hasil)
=XLOOKUP(A2, Produk!A:A, Produk!B:B) mencari nilai A2 pada kolom A dan mengambil hasil dari kolom B, meski posisi kolom hasil berada di kiri kolom pencarian.
INDEX MATCH
Kombinasi dua fungsi (INDEX dan MATCH) yang menghasilkan kemampuan pencarian data setara atau lebih fleksibel dibanding VLOOKUP.
=INDEX(range_hasil, MATCH(nilai_dicari, range_pencarian, 0))
=INDEX(Produk!B:B, MATCH(A2, Produk!A:A, 0)) mencari posisi baris nilai A2 pada kolom A, lalu mengambil nilai pada posisi sama di kolom B.
SUMIFS
Fungsi yang menjumlahkan nilai pada suatu kolom, hanya untuk baris yang memenuhi satu atau lebih kriteria tertentu.
=SUMIFS(range_jumlah, range_kriteria1, kriteria1, ...)
=SUMIFS(D:D, B:B, "Fashion", C:C, "Jakarta") menjumlahkan nilai pada kolom D, hanya untuk baris berkategori "Fashion" dari kota "Jakarta".
COUNTIFS
Fungsi yang menghitung jumlah baris yang memenuhi satu atau lebih kriteria tertentu.
=COUNTIFS(range_kriteria1, kriteria1, ...)
=COUNTIFS(B:B, "Elektronik", E:E, "Transfer Bank") menghitung banyaknya baris berkategori "Elektronik" dengan metode pembayaran "Transfer Bank".
AVERAGEIFS
Fungsi yang menghitung rata-rata nilai pada suatu kolom, hanya untuk baris yang memenuhi satu atau lebih kriteria tertentu.
=AVERAGEIFS(range_rata, range_kriteria1, kriteria1, ...)
=AVERAGEIFS(D:D, B:B, "Kecantikan") menghitung rata-rata nilai pada kolom D, hanya untuk baris berkategori "Kecantikan".
Pivot Table
Fitur spreadsheet yang meringkas data dalam jumlah besar menjadi tabel ringkasan interaktif, tanpa memerlukan penulisan formula manual.
Tersusun dari empat area utama, yaitu Rows, Columns, Values, dan Filters, yang bisa disusun ulang bebas sesuai kebutuhan.
Menempatkan Kategori Produk pada area Rows dan Nilai Transaksi pada area Values menghasilkan tabel ringkasan total penjualan per kategori secara otomatis.
Pivot Chart
Grafik yang dibangun langsung dari struktur Pivot Table, dan secara otomatis ikut berubah setiap kali struktur Pivot Table sumbernya diperbarui.
Digunakan ketika ringkasan pada Pivot Table perlu divisualisasikan tanpa risiko grafik menjadi tidak sinkron dengan sumber datanya.
Membuat grafik batang langsung dari Pivot Table total penjualan per kategori, yang otomatis diperbarui saat data sumber berubah.
Slicer
Elemen visual berupa tombol pilihan yang memungkinkan pengguna memfilter data pada satu atau beberapa Pivot Table maupun Pivot Chart sekaligus, hanya dengan mengklik.
Digunakan pada dashboard yang ditujukan bagi pengguna non-teknis, agar mereka bisa menjelajahi data tanpa perlu memahami pengaturan filter yang lebih rumit.
Menambahkan Slicer berdasarkan Kategori Produk yang terhubung ke tiga Pivot Table sekaligus dalam satu dashboard.
Conditional Formatting
Fitur yang mengubah tampilan visual suatu sel, seperti warna latar atau warna teks, secara otomatis berdasarkan kondisi tertentu yang ditetapkan.
Digunakan untuk menyorot data yang berpotensi bermasalah atau menonjolkan nilai tertentu secara visual, tanpa memeriksa setiap baris secara manual.
Sel pada kolom nilai transaksi otomatis berwarna merah apabila kosong, sehingga data yang hilang langsung terlihat mencolok.
Data Validation
Fitur yang membatasi jenis data yang boleh dimasukkan ke dalam sebuah sel, mencegah data tidak sesuai aturan masuk sejak awal.
Digunakan pada template yang akan diisi berulang oleh banyak orang, untuk mencegah kesalahan input maupun ketidakkonsistenan penulisan.
Kolom kategori produk dibatasi hanya menerima input dari daftar pilihan tertentu melalui dropdown list.
Calculated Field
Kolom hasil perhitungan baru yang dibuat di dalam struktur Pivot Table berdasarkan kombinasi field lain yang sudah ada, tanpa mengubah data sumber aslinya.
Digunakan ketika kebutuhan analisis memerlukan angka yang tidak tersedia langsung dari data mentah.
Membuat field baru "Rata-Rata Harga per Unit" dengan membagi total Nilai Transaksi dengan total Jumlah Unit.
Missing Value
Kondisi ketika sebuah sel yang seharusnya berisi data justru kosong.
Dapat dihapus, diisi dengan nilai pengganti, atau ditelusuri kembali ke sumber data asli, tergantung konteks dan seberapa besar dampaknya terhadap analisis.
Kolom metode pembayaran pada sejumlah baris transaksi tidak terisi, sehingga perlu diputuskan apakah baris tersebut dihapus atau diisi keterangan "Tidak Diketahui".
Duplikasi
Kondisi ketika satu observasi yang sama tercatat lebih dari satu kali dalam sebuah dataset.
Umumnya disebabkan kesalahan sistem saat pencatatan atau kesalahan manusia ketika menggabungkan data dari beberapa sumber berbeda.
Satu transaksi tercatat dua kali akibat gangguan koneksi saat pelanggan melakukan checkout, sehingga total penjualan menjadi lebih besar dari yang seharusnya.
Data Cleaning
Proses membersihkan data dari berbagai masalah seperti missing value, duplikasi, dan inconsistent text, agar data siap dianalisis lebih lanjut.
Tahap ini sering memakan sebagian besar waktu sebuah proyek analisis data, karena data mentah jarang langsung siap pakai.
Menstandarkan penulisan nama kota yang tertulis berbeda-beda seperti "Jakarta", "JAKARTA", dan "jakarta " menjadi satu format yang konsisten.